Tanggal 21 April adalah tanggal yang istimewa bagi perempuan-perempuan indonesia.pada tanggal tersebut lahirlah salah satu pahlawan perempuan indonesia yaitu Reden Ajeng Kartini. Disebut sebagai pahlawan perempuan indonesia.Namun juga karena pokok perjuangan terutama dikhususkan untuk membela dan mengangkat derajat perempuan-perempuan indonesia
Hari Kartini ditetapkan oleh presiden Soekarno mulai surat keputusan presiden No.108 tahun 1964.itu artinya kita telah merayakan Hari Kartini untuk yang ke-54 kali jauh lebih lama dari pada kartini merayakan ulang tahunnya sendiri yang hanya sampai pada usia 25 tahun.hari kartini ini selalu dirayakan dengan gegap gempita disemerakkan oleh karnaval dan lomba-lomba tidak kalah heboh dengan kemeriahan perayaan 17 Agustus.sebagaitu diagungkanya pahlawan padahal tidak mengangkat senjata
Pendidikan bagi perempuan adalah topik yang tidak habis-habisnya di perdebatkan.berkat perjuangan R.A Kartini,dewasa ini perempuan sudah tidak dibatasi lagi untuk menentut ilmu.institusi pendidikan saat ini memang tidak mendeskipsikan gender namun justru masyarakat sendiri yang terkadang masih membatasi akses perempuan untuk berpendidikan.ketika seorang siswi tahun terakhir SMA bingun memikirkan jurusan kulia apa yang akan di ambil.tidak jarang orang-orang yang mengatakan untuk terlalu pusing memikirkanya"jangan pusing-pusing nantinya kamu akan ikut suami memang umumnya laki-laki yang nantinya akan menafkahi istri dan seluruh keluarga namun bukankah perempuan tetap harus berpendidikan meskipun bukan seorang pencari uang seperti kutipan dari salah satu artis mengatakan"Entah akan berakhir atau menjadi ibu rumah tangga,seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena mereka akan menjadi seorang ibu.ibu-ibu yang cerdas melahirkan anak-anak cerdas"
Ada istilah jawa yang mengatakan bahwa tugas perempuan itu masak,macak,dan manak (masak,berdandan dan melahirkan).tentu bukan cuman itu saja tugas lainya yang lebih penting lagi adalah merawat dan mendidik anak.banyak kasus dimana kematian ibu hamil dan bayi dikarenakan kurangnya pengetahuan pendidikan ibu.ibu yang berpendidikan akan mudah menyerap informasi dan akan lebih bijak dalam mengurus rumah tangga.ia akan lebih sadar akan pentingnya gizi sejak masa kehamilan,pentinngnya ASI kapan bayi boleh makan makanan lunak atau padat dan bagaimana mengolah makanan bergizi bagi keluarga sehingga potensi kecerdasan anak bisa maksimal dan kesehatan keluarga terjaga.
Selain itu perempua yang berpendidikan akan memiliki cakrawala berpikir yang lebih luas.Dia akan memiliki pertimbangan yang lebih mendalam sehingga dapat mendidik anak dengan pengetahuan dan pemikiran yang lebih mendalam tersebut pula seorang perempuan tidak akan dengan mudahnya tereksplotasi sehingga pendidikan juga turut menghindarkan perempuan dari human trafficking.
Perempuan dan laki-laki memang berbeda dalam hal kekuatan fisik.Namun dalam hal intelektualitas dan kemampuan untuk berprestasi bagi bangsa perempuan dan laki-laki setara.Banyak kasus dimana Indoneaia meraih pencapaian secara internasional karena perempuan yang berpendidikan.contohnya ibu sri mulyani .S.E.M.Sc.Ph.D .Beliau adalah orang Indonesia pertama (bukan hanya perempuan indonesia pertama) yang menduduki Derektur pelaksana Bank Dunia.kemudian ada prof .dr.Sri Suparyati Soenarto,Sp.A. (K),Ph.D.yang menerima penghargaan The Asian Pacifik Pediatric Association (APPA) atas penemuan retavirus sebagai penyebab terbesar diare pada anak serta mengubah paradigma lama yang banyak mrngandalkan antibiotik dan anti parasit dalam tarapi diare anak bahkan tidak perlu muluk-muluk lihat ibu kader posyandu.
Mereka meskipun belum tentu memiliki pendidikan formal yang tinggi namun mereka telah dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan kesehatan .mereka adalah agen perubahan dan penggerak masyarakat menuju kesehatan masyarakat lebih baik .tampa mereka tentu sulit bagi pemerintah dan tenaga kesehatan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Hari Kartini ditetapkan oleh presiden Soekarno mulai surat keputusan presiden No.108 tahun 1964.itu artinya kita telah merayakan Hari Kartini untuk yang ke-54 kali jauh lebih lama dari pada kartini merayakan ulang tahunnya sendiri yang hanya sampai pada usia 25 tahun.hari kartini ini selalu dirayakan dengan gegap gempita disemerakkan oleh karnaval dan lomba-lomba tidak kalah heboh dengan kemeriahan perayaan 17 Agustus.sebagaitu diagungkanya pahlawan padahal tidak mengangkat senjata
Pendidikan bagi perempuan adalah topik yang tidak habis-habisnya di perdebatkan.berkat perjuangan R.A Kartini,dewasa ini perempuan sudah tidak dibatasi lagi untuk menentut ilmu.institusi pendidikan saat ini memang tidak mendeskipsikan gender namun justru masyarakat sendiri yang terkadang masih membatasi akses perempuan untuk berpendidikan.ketika seorang siswi tahun terakhir SMA bingun memikirkan jurusan kulia apa yang akan di ambil.tidak jarang orang-orang yang mengatakan untuk terlalu pusing memikirkanya"jangan pusing-pusing nantinya kamu akan ikut suami memang umumnya laki-laki yang nantinya akan menafkahi istri dan seluruh keluarga namun bukankah perempuan tetap harus berpendidikan meskipun bukan seorang pencari uang seperti kutipan dari salah satu artis mengatakan"Entah akan berakhir atau menjadi ibu rumah tangga,seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena mereka akan menjadi seorang ibu.ibu-ibu yang cerdas melahirkan anak-anak cerdas"
Ada istilah jawa yang mengatakan bahwa tugas perempuan itu masak,macak,dan manak (masak,berdandan dan melahirkan).tentu bukan cuman itu saja tugas lainya yang lebih penting lagi adalah merawat dan mendidik anak.banyak kasus dimana kematian ibu hamil dan bayi dikarenakan kurangnya pengetahuan pendidikan ibu.ibu yang berpendidikan akan mudah menyerap informasi dan akan lebih bijak dalam mengurus rumah tangga.ia akan lebih sadar akan pentingnya gizi sejak masa kehamilan,pentinngnya ASI kapan bayi boleh makan makanan lunak atau padat dan bagaimana mengolah makanan bergizi bagi keluarga sehingga potensi kecerdasan anak bisa maksimal dan kesehatan keluarga terjaga.
Selain itu perempua yang berpendidikan akan memiliki cakrawala berpikir yang lebih luas.Dia akan memiliki pertimbangan yang lebih mendalam sehingga dapat mendidik anak dengan pengetahuan dan pemikiran yang lebih mendalam tersebut pula seorang perempuan tidak akan dengan mudahnya tereksplotasi sehingga pendidikan juga turut menghindarkan perempuan dari human trafficking.
Perempuan dan laki-laki memang berbeda dalam hal kekuatan fisik.Namun dalam hal intelektualitas dan kemampuan untuk berprestasi bagi bangsa perempuan dan laki-laki setara.Banyak kasus dimana Indoneaia meraih pencapaian secara internasional karena perempuan yang berpendidikan.contohnya ibu sri mulyani .S.E.M.Sc.Ph.D .Beliau adalah orang Indonesia pertama (bukan hanya perempuan indonesia pertama) yang menduduki Derektur pelaksana Bank Dunia.kemudian ada prof .dr.Sri Suparyati Soenarto,Sp.A. (K),Ph.D.yang menerima penghargaan The Asian Pacifik Pediatric Association (APPA) atas penemuan retavirus sebagai penyebab terbesar diare pada anak serta mengubah paradigma lama yang banyak mrngandalkan antibiotik dan anti parasit dalam tarapi diare anak bahkan tidak perlu muluk-muluk lihat ibu kader posyandu.
Mereka meskipun belum tentu memiliki pendidikan formal yang tinggi namun mereka telah dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan kesehatan .mereka adalah agen perubahan dan penggerak masyarakat menuju kesehatan masyarakat lebih baik .tampa mereka tentu sulit bagi pemerintah dan tenaga kesehatan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Komentar
Posting Komentar