Honorer dikenakan pungli
Ssm.com TERNATE - kecamatan moti salah satu dari tiga kecamatan yang berada di luar pulau ternate selain hiri dan batangdua.
ada pungli di kecamatan moti, ketika di investigasi dan di konfirmasi oleh Ssm.com pada senin (08/05/2018).
telah terbentuk pungli yang sangat struktural di kecamatan moti tanpa alasan yang jelas dan bahkan pembentukannyapun tidak di ketahui oleh siapa. Selain itu juga, pungli yang telah berlangsung beberapa bulan ini sasarannya ialah pada tenaga honorer terkait kategori K2.
menurut ali salah satu warga kecamatan moti ketika di konfirmasi . menjelaskan, terkait dengan persoalan yang telah terjadi di kecamatan moti itu adalah salah satu bentuk pungli dan tak tanggung- tanggung perbulannya sebesar Rp 50.000.
"sebenarnya pungli ini sudah terbentuk sekitar 5 bulan yang lalu dimulai dari akhir tahun 2017 sampai saat ini masih berlangsung dan sebenarnya ini sangat memberatkan bagi tenaga honorer karena ada tenaga honorer yang dong mengeluh". menurutnya
lanjut ali menjelaskan, untuk kecamatan moti ada 19 orang tenaga honoror yang sasarannya sudah ada dari beberapa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas( SMA) dan katakanlah membayar uang tersebut dengan alasan sebagai iuran. selain itu juga hal ini telah di koordinir oleh SAMSUDIN THAIB selaku koordinator kecamatan(korcam), ISRAN SIRAJU selaku sekertaris dan NURBAYA selaku bendahara.
"sebenarnya kitorang tartau apakah pembentukan ini di inisiatif langsung oleh pa Yunus Yau selaku ketua BKD ataukah oleh ketua korcam beserta yang lainnya". jelasnya.
kemudian pungli dari beberapa sekolah tersebut tanpa sepengetahuan dari kepala sekolah( Kepsek) di tiap-tiap sekolah tersebut. selain itu juga, pungli ini beralasan terkait dengan data-data dari tenaga honorer tentang K2 tersebut. padahal dengan pungli yang terstruktural ini ada yang melibatkan diri untuk salah satu kandidat pilgub (pemilu gubernur) 2018 kali ini. hal ini sudah menyalahi aturan dalam pesta demokrasi.
" sebenarnya kalau ini adalah niat baik tidak apa tapi yang torang tar suka dari hal ini, 19 orang tersebut diwajibkan tiap-tiap orang harus kantongi 3 suara, hal inikan sudah masuk dalam rana politik dan kalaupun tidak memilih dari salah satu kandidat akan di ancam tidak mengurus data K2nya." katanya.
selain itu juga, pungli yang sudah berlangsung selama 5 bulan ini dengan iuran perbulan Rp 50.000. jika dikalikan dengan 19 orang tersebut uang yang sudah terkumpul kurang lebih sebesar Rp 4.750.000.
" pungli semestinya tidak bisa di berlakukan karna sudah jelas apa yang kemudian di atur dalam peraturan bahwa tidak ada pungutan liar (pungli) namun sampai saat ini masih ada pungutan liar yang di lakukan oleh orang-orang yang kemudian tidak bertanggung jawab ini terlihat jelas di kecamatan moti dengan alas bahwa ada kegiatan di kota ternate terkait dengan masalah K2 AKan di angkat menjadi pegawai negeri sipil untuk itu menjadi alasan mereka selaku kordinator.Kebijakan ini atas perintah siapa sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pihak manapun kami.torang bingung doi yang torang kumpul itu digunakan untuk apa terangnya lewat telpon seluler kemarin pada 15.00 Wit.tutup dia .Ssm.com *jr.
Ssm.com TERNATE - kecamatan moti salah satu dari tiga kecamatan yang berada di luar pulau ternate selain hiri dan batangdua.
ada pungli di kecamatan moti, ketika di investigasi dan di konfirmasi oleh Ssm.com pada senin (08/05/2018).
telah terbentuk pungli yang sangat struktural di kecamatan moti tanpa alasan yang jelas dan bahkan pembentukannyapun tidak di ketahui oleh siapa. Selain itu juga, pungli yang telah berlangsung beberapa bulan ini sasarannya ialah pada tenaga honorer terkait kategori K2.
menurut ali salah satu warga kecamatan moti ketika di konfirmasi . menjelaskan, terkait dengan persoalan yang telah terjadi di kecamatan moti itu adalah salah satu bentuk pungli dan tak tanggung- tanggung perbulannya sebesar Rp 50.000.
"sebenarnya pungli ini sudah terbentuk sekitar 5 bulan yang lalu dimulai dari akhir tahun 2017 sampai saat ini masih berlangsung dan sebenarnya ini sangat memberatkan bagi tenaga honorer karena ada tenaga honorer yang dong mengeluh". menurutnya
lanjut ali menjelaskan, untuk kecamatan moti ada 19 orang tenaga honoror yang sasarannya sudah ada dari beberapa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas( SMA) dan katakanlah membayar uang tersebut dengan alasan sebagai iuran. selain itu juga hal ini telah di koordinir oleh SAMSUDIN THAIB selaku koordinator kecamatan(korcam), ISRAN SIRAJU selaku sekertaris dan NURBAYA selaku bendahara.
"sebenarnya kitorang tartau apakah pembentukan ini di inisiatif langsung oleh pa Yunus Yau selaku ketua BKD ataukah oleh ketua korcam beserta yang lainnya". jelasnya.
kemudian pungli dari beberapa sekolah tersebut tanpa sepengetahuan dari kepala sekolah( Kepsek) di tiap-tiap sekolah tersebut. selain itu juga, pungli ini beralasan terkait dengan data-data dari tenaga honorer tentang K2 tersebut. padahal dengan pungli yang terstruktural ini ada yang melibatkan diri untuk salah satu kandidat pilgub (pemilu gubernur) 2018 kali ini. hal ini sudah menyalahi aturan dalam pesta demokrasi.
" sebenarnya kalau ini adalah niat baik tidak apa tapi yang torang tar suka dari hal ini, 19 orang tersebut diwajibkan tiap-tiap orang harus kantongi 3 suara, hal inikan sudah masuk dalam rana politik dan kalaupun tidak memilih dari salah satu kandidat akan di ancam tidak mengurus data K2nya." katanya.
selain itu juga, pungli yang sudah berlangsung selama 5 bulan ini dengan iuran perbulan Rp 50.000. jika dikalikan dengan 19 orang tersebut uang yang sudah terkumpul kurang lebih sebesar Rp 4.750.000.
" pungli semestinya tidak bisa di berlakukan karna sudah jelas apa yang kemudian di atur dalam peraturan bahwa tidak ada pungutan liar (pungli) namun sampai saat ini masih ada pungutan liar yang di lakukan oleh orang-orang yang kemudian tidak bertanggung jawab ini terlihat jelas di kecamatan moti dengan alas bahwa ada kegiatan di kota ternate terkait dengan masalah K2 AKan di angkat menjadi pegawai negeri sipil untuk itu menjadi alasan mereka selaku kordinator.Kebijakan ini atas perintah siapa sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pihak manapun kami.torang bingung doi yang torang kumpul itu digunakan untuk apa terangnya lewat telpon seluler kemarin pada 15.00 Wit.tutup dia .Ssm.com *jr.

Komentar
Posting Komentar